Kartu 3 Isi Ulang Tak Perlu Butuh SIM Card

Operator seluler Tri mengakui bahwa perusahaan akan lebih untung bila pelanggannya tak hobi gonta-ganti kartu. Pasalnya, jika perilaku gonta-ganti kartu, cost produksi untuk pembuatan SIM Card jauh lebih besar. Dan ini tentu saja menggerus margin yang seharusnya bisa didapatkan lebih.

Tentu saja margin bagus jika pelanggan melakukan isi ulang. Kalau pelanggan melakukan isi ulang tak perlu butuh SIM Card. SIM Card inilah yang menjadi cost tersendiri. Biaya satu SIM card itu Rp 2.000 per kartunya, ujar Chief Commercial Officer Tri Indonesia, Dolly Susanto kepada awak media di Jakarta, Selasa, (22/5).

Maka itu, ia pun mengapresiasi pemerintah melakukan aturan registrasi kartu prabayar. Meskipun di awal penerapannya, jumlah pelanggannya anjlok. Dari 63 juta pelanggan prabayarnya, turun menjadi 17,8 juta. Namun berdasarkan data internalnya, pelan-pelan jumlah tersebut merangkak naik menjadi 30 juta pelanggan sampai saat ini.

Sebelumnya, tujuan pemerintah menerapkan aturan registrasi prabayar adalah untuk memberikan efisiensi bagi seluruh operator seluler. Sebab, total cost yang dikeluarkan oleh operator seluler untuk memenuhi kebiasaan masyarakat yang gonta-ganti kartu bisa mencapai angka triliunan rupiah per tahun.

Kartu yang pakai buang itu jumlahnya terus bertambah, tetapi penggunanya tidak mengikuti. Biayanya membeli chipnya pun bisa mencapai Rp 2 triliun per tahun, jelas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo, Ahmad M. Ramli beberapa waktu lalu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel