Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa

Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, meminta publik untuk tidak memandang negatif penghargaan negarawan yang diberikan oleh lembaga The Appeal of Conscience Foundation kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di mata Marty, publik justru seharusnya menilai penghargaan yang diberikan oleh organisasi internasional tersebut secara proporsional.

Marty mengatakan hal tersebut di gedung Pancasila, Kemlu, usai menerima kunjungan Menlu Kuba, Bruno Rodriguez Parilla, Jumat 24 Mei 2013. Penghargaan itu kan diberikan karena dunia mengapresiasi Indonesia. Bukan berarti setelah mendapat penghargaan lalu semuanya sudah dianggap baik. Tentu masih ada peluang untuk meningkatkan semuanya jadi lebih baik lagi," ujar Marty di hadapan para pewarta berita.

Masih menurut Marty, rakyat Indonesia seharusnya merasa bangga, karena dunia internasional melihat adanya perubahan yang besar dalam komitmen yang dipegang oleh pemerintah Indonesia. Dia juga meminta publik untuk tidak terbiasa selalu mengatakan apa yang telah dicapai oleh Indonesia saat ini dalam hal kontribusi terhadap perdamaian dunia, demokratisasi dan resolusi konflik masih saja kurang.

"Di masa lalu, saat masyarakat internasional menilai Indonesia kurang berkomitmen dalam kontribusi itu, publik lalu gusar. Sekarang saat dunia internasional mulai mengapresiasi, malah dianggap negatif. Jadi jangan selalu seolah-olah melukai diri," kata dia.

Marty kembali menegaskan bahwa selalu akan ada kesempatan untuk terus mendorong menjadi lebih baik lagi kendati telah diganjar penghargaan internasional. Seperti diberitakan sebelumnya, yayasan antaragama bergengsi di AS pada akhir Mei ini akan memberikan penghargaan negarawan kepada Presiden SBY.

Yayasan Appeal of Conscience Foundation menilai selama hampir delapan tahun di era kepemimpinan SBY, telah terjadi perubahan yang cukup siginifikan di bidang kebebasan demokrasi, perbaikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan kontribusi bagi perdamaian dunia.

Namun penghargaan ini menuai kritik, karena SBY dinilai bukan figur yang sesuai untuk menerima penghargaan tersebut. Kritik itu dituangkan dalam bentuk petisi yang ditandatangani oleh lebih dari lima ribu orang pada Rabu kemarin.

Ping: Biro Jasa Perijinan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel