Marty Natalegawa Dukung Kuba

Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, mendukung upaya Kuba yang menekan pemerintah Amerika Serikat menutup kamp tahanan di teluk Guantanamo. Namun Marty mengaku tidak dapat berbuat lebih banyak karena itu merupakan masalah bilateral antara negara pimpinan Raul Castro tersebut dengan AS.

Hal itu diungkap Marty usai menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parilla di Gedung Pancasila, Kemlu, Jumat 24 Mei 2013. "Saya rasa penutupan kamp Guantanamo lebih ke arah nasional Amerika dengan hubungan bilateral Kuba. Indonesia tidak terlibat dalam masalah itu," ujar Marty.

Marty juga mengaku percaya kepada komitmen pemerintahan Obama yang sejak awal menjabat sebagai Presiden bertekad untuk segera menutup kamp tersebut. Hal yang sama juga diungkap oleh Menlu Bruno. Menurut dia, pembukaan kamp militer AS di teritori Kuba jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

"Pelanggaran lain yang dilakukan oleh AS yaitu tindak penyiksaan terhadap para napi yang ada di sana. Kami berulang kali meminta AS harus segera menutup kamp itu," ujar Bruno kepada para wartawan. Dari 166 napi yang ditahan di kamp tersebut, terselip satu WNI, bernama Encep Nurjaman atau lebih dikenal dengan nama Hambali. Mantan pemimpin militer Jemaah Islamiyah itu ditahan di Guantanamo sejak tahun 2006 lalu akibat diduga terlibat kasus bom Bali pada 2002 yang menewaskan 202 orang.

Saat ditanya mengenai Hambali, Marty hanya menjawab singkat sudah ada prosedur tertentu untuk menangani hal itu. Namun Marty memilih enggan berkomentar ketika ditanya situasi terakhir Hambali. Dia juga menolak menanggapi saat awak media menanyakan apakah Hambali masih hidup di kamp tersebut. Hambali berhasil ditangkap oleh intelijen AS dan Thailand pada tanggal 2003. Dia sempat ditahan di Yordania dan kemudian dipindahkan ke penjara di Teluk Guantanamo.

Baca juga: Zodiak Taurus Hari Ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel