Networked Society

Penyedia teknologi dan layanan jaringan untuk operator telekomunikasi, Ericsson memperkenalkan konsep masyarakat berjejaring (networked society) dalam era teknologi komunikasi yang berkembang saat ini. Konsep ini merujuk pada manfaat konektivitas antara sesama manusia, tempat, dan hal-hal lainnya yang memungkinkan adanya terobosan dalam mengembangkan bisnis juga hiburan.

Di tahun ini, Ericsson menyatakan akan mengembangkan bisnis baru. Masih seputar konektivitas yang berkaitan erat dengan jejaring sosial. "Apa yang akan kita kembangkan adalah entertainment networked society," ujar Hardyana Syintawati, Vice President Marketing and Communication Ericsson Indonesia di Plaza Senayan.

Dalam konsep hiburan berbasis jejaring sosial ini, Ericsson akan mengembangkan TV sosial atau Internet TV. Menurutnya, bisnis ini akan menyesuaikan dengan tren sosial yang melanda pengguna teknologi. "Nanti, kita berharap TV tidak hanya menyajikan program acara saja, tetapi setengah layarnya bisa digunakan untuk chatting, lebih interaktif dan bisa saling komentar," ujar Nana.

Selain TV tersebut, Ericsson juga sedang menjajaki "TV Everywhere", sebuah layanan TV yang mendukung mobilitas pengguna. Misalnya, pengguna sedang menonton TV di suatu tempat, lantas pengguna ingin pergi. Maka TV tinggal di-setting agar siarannya tetap bisa mengikuti pengguna.

"Teknologi ini memindahkan siaran yang ada di TV ke layar handset pengguna, jadi siapapun tidak perlu khawatir akan ketinggalan acara TV favorit," jelas dia. Di saat yang sama, riset Ericsson Consumer Labs memperlihatkan tren masyarakat berjejaring dalam kehidupan konsumer teknologi.

Hasil riset menunjukkan, TV sebagai sarana sosial menjadi tren konsumen pada 2013. Temuan itu juga memaparkan sebanyak 62 persen responden menggunakan forum sosial saat menonton video maupun televisi. Sementara 42 persen dari mereka menggunakan forum sosial atau berdiskusi sambil menonton, serta mendiskusikan hal-hal yang ditonton di televisi setiap minggunya. Riset ini melibatkan jumlah responden lebih dari 100.000 yang tersebar di 40 negara yang meliputi 15 kota-kota besar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel